Wednesday, 21 December 2016

Watu gilang-karangnanas-sokaraja

     Adalah satu dari sekian banyak desa tertinggal yang perlahan menyemai benih baru untuk terus meninggalkan predikat desa tertinggal
Satu persatu penduduk mulai memahami pentingnya pendidikan dan sosialisasi ramah lingkungan,desa yang Notabenenya merupakan desa menakutkan bagi sebagian pendatang yang tak tahu banyak lingkungan secara keseluruhan,namun pada kenyataannya desa karang nanas adalah desa yang sangat ramah,penuh dengan jiwa kepedulian terhadap beberap hal.

Di salah satu sudut desa,terdapat setangkup kehidupan yang sebagian besar warganya merupakan penjembatan rezeki bagi kalangan pengusaha yang bergelut di bidang material,mereka memanfaatkan keahliannya untuk mengais rezeki meski sisa nafas dan tenga sudah tertakar selama bebarapa jam saja dalam satu harinya,

Namun di Rt 002/06 dusun lll desa karangnanas-sokaraja,di sini merupakan tempat berlabuh ku setelah bertahun-tahun hidup di lingkungan yang berkehidupan monoton di jakarta,hanya keegoisan dan persaingan materi yang melulu di perjelas,tanpa mau peduli apa,siapa dan kenapa.
Dan disini pulalah ku mulai mengenal arti Saudara meski tak Sedarah,arti tentang kepedulian dan bersosilaisasi adat,

seperti seekor anak ayam yang tercebur di tengah sekumpulan buaya dalam rawa,harus siap menciap-ciap sambil mengepak sayap kecilnya sekedar berisyarat.




Ahhhh.....masih terlalu banyak lagi hal yang perlu di fikirkan untuk sebuah tulisan ini

No comments:

Post a Comment